DIY, Nurturing Believers, Tips

Menyambut Ramadhan dengan Sukacita

Sumber: Unsplash

Bismillahirrahmanirrahim.

Tahun ini latihan perdana A1 untuk puasa Ramadhan insyaallah. Bagi saya, ini merupakan momen mendebarkan. Selain Ramadhan ini merupakan puasa pertama kembali untuk saya setelah beberapa tahun mengambil rukhshah, juga saya mendampingi A1 untuk belajar menahan lapar. Ini hal yang tidak mudah untuk anak di bawah 7 tahun, namun insyaallah akan menjadi tarbiyah iman dan ketaatan kepada Allah Ta’ala.

Harapan utama kami dalam Ramadhan pertama A1 adalah menumbuhkan imaji positif terhadap keistimewaan dan keutamaan Ramadhan. Ramadhan merupakan bulan prestisius yang hanya ada satu tahun sekali, di mana orang-orang shalih berlomba menjadi juara “olimpiade tingkat dunia akhirat”. Untuk mencapainya maka dibutuhkan perjuangan dengan optimisme dan kesabaran. Perjuangan ini ditunjukkan oleh kedua orang tuanya yang berlomba melakukan ibadah dan saling menyemangati.

Qadarullah karena beberapa kondisi, saya baru aktif memperkenalkan Ramadhan kepada A1 dengan intens di seminggu sebelum Ramadhan. Cukup mepet, namun hikmahnya masa penantian terhadap Ramadhan tidak terlalu lama sehingga antusiasme anak masih tinggi.

Beberapa kegiatan yang kami lakukan untuk menyambut Ramadhan adalah:

1. Membacakan buku

Buku merupakan sarana termudah untuk menyampaikan narasi value yang ingin ditanamkan. Buku juga bisa menjadi pemantik diskusi selanjutnya namun tetap di kerangka cerita yang diinginkan. Setelah bertanya rekomendasi dan melihat review di internet, saya memutuskan untuk membeli buku My First Book About Ramadan yang ditulis oleh Sara Khan.

Buku ini sederhana namun memuat pelajaran penting yang bisa disampaikan kepada anak usia dini. Ilustrasinya cantik dan menarik. Meskipun berbentuk boardbook, buku ini tidak berat dan mudah dibawa toddler kemana-mana. Orang tua bisa mengembangkan cerita dari buku ini dengan referensi lain sehingga terjadi diskusi seru dan pemahaman anak menjadi lebih luas.

2. Menceritakan tafsir Surat Al Qadr

Ramadhan adalah bulan yang diberkahi, ketika seseorang mengerjakan amal kebaikan maka pahalanya akan dilipatgandakan. Di dalamnya terdapat hari yang lebih baik daripada 1000 bulan, yaitu hari diturunkannya Al Quran dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah, langit dunia. Oleh karena itu Ramadhan disebut juga bulan Al Quran.

Orang tua bisa menyampaikan keutamaan lailatul qadr dari tafsir Surat Al Qadr. Buku tafsir yang dipakai bisa dengan kitab-kitab ulama seperti Tafsir Muyassar, Tafsir As Sa’di, Tafsir Ibnu Katsir, dan sebagainya. Beberapa kitab tersebut ada yang tersedia di smartphone, salah satunya adalah aplikasi Quran Tadabbur oleh Ustadz Firanda Andirja hafizhahullah. Alhamdulillah Quran Tadabbur sudah tersedia dalam versi Android dan iOS. Kumpulan tafsir juga tersedia dengan versi website yaitu Tafsir Web. Selain dari tulisan, orang tua bisa juga mendengarkan kajian tafsir Al Quran yang disampaikan asatidz.

Untuk menambah referensi bagaimana cara menyampaikan ke anak, saya juga menggunakan The Clear Quran Tafsir for Kids Series oleh Dr. Mustafa Khattab.

Sumber: Darussalam

Dalam buku ini, Dr. Mustafa Khattab membagi surat sesuai dengan inti pembahasan. Dalam setiap bagian terdapat kata-kata hikmah, arti ayat, dan kisah lain yang terkait sehingga menambah faidah tadabur yang didapatkan. Bahasa yang digunakan juga mudah dipahami sehingga mudah pula disampaikan ke anak.

3. Membersihkan dan menghias rumah

Untuk meningkatkan kondusivitas bulan Ramadhan, orang tua dapat mengajak anak bersama-sama membersihkan dan menata rumah. Rumah yang bersih membuat penghuni nyaman dan menyederhanakan pikiran. Anak dapat diajak untuk decluttering, membuang barang yang tidak perlu, dan menata perabotan. Setelah itu dapat menambah dekorasi pada rumah untuk meningkatkan kemeriahan menyambut Ramadhan. Kami memilih dekorasi lampu bulan bintang yang dijual lokal.

Selain itu kami menempelkan bunting flag Ramadhan yang dishare Mbak Herlina, salah satu teman baik saya yang merupakan ilustrator buku anak.

Baca: Ramadhan Bunting Flag

4. Art and craft

Anak akan lebih mudah memahami apa yang dipelajari dengan hands on learning. Saya mendapatkan referensi jenis kegiatan tersebut dari TaBBIs (Taman Bermain Berkarakter Islami), sebuah komunitas keluarga yang berfokus pada pendidikan anak usia dini. Sebelum mengenalkan Ramadhan, kegiatan dimulai dari mengenalkan fase bulan dan pembagian bulan hijriyah. Untuk membuat aktivitas fase bulan, silakan bisa mengunjungi blog Cinta and Co ini.

Sumber: Cinta and Co

Anak akan belajar bahwa bulan ternyata memiliki bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan tanggal penanggalan bulan. Selain dengan crafting, anak bisa juga diajak observasi bentuk bulan yang terlihat di langit dan mencocokkan dengan gambar berikut ini.

Sumber: Aljazeera

Setelah mengenalkan fase bulan, maka orang tua bisa mengajak untuk berkenalan dengan kalender hijriyah. Kalender hijriyah menggunakan sistem penanggalan bulan dan dipakai umat Islam seluruh dunia untuk menentukan waktu yang berkaitan dengan syariat, seperti puasa Ramadhan, lailatul qadar, hari raya, hari tasyrik, waktu haji, hingga nishab zakat mal. Seperti kalender Masehi, kalender hijriyah memiliki 12 bulan. Orang tua bisa mengenalkan nama-nama bulan hijriyah dengan bersenandung bersama anak menggunakan video Yufid Kids. Bisa juga dengan menghafalkan syairnya lebih dahulu untuk mengurangi screen time anak.

Sumber: YouTube Yufid Kids

Di hari selanjutnya saya mengajak A1 untuk membuat Flap Book dari Muslim Kecil. A1 menggunting dan menempel bagian yang dia mampu, selanjutnya dibantu oleh ibu. Untuk printable bisa dilihat langsung di page Ramadhan Flap Book Muslim Kecil ini.

Sumber: Muslim Kecil

5. Berlatih puasa dengan motivasi tracker dan good deeds jar

Karena tahun ini A1 masih belum usia 7 tahun hijriyah, maka latihan puasa dimulai dari belajar menahan lapar. Latihan sahur sebelum shubuh belum dilakukan karena mempertimbangkan kuota tidur yang masih diperlukan anak. Sehingga rencananya A1 akan sahur sebangunnya, menahan lapar hingga semampunya dan dimotivasi terus setiap hari agar semakin meningkat durasi puasanya. Tidak lupa diapresiasi berapa pun durasi kemampuan anak menahan lapar, juga apresiasi peningkatan puasa meskipun hanya 15 menit atau 30 menit.

Untuk menambah semangat anak, maka saya membuat Ramadhan Tracker untuk mencatat durasi puasa yang dilakukan. A1 dapat mewarnai kotak-kotak yang tersedia sesuai dengan durasi puasa yang telah dilakukan. Selain itu ada tracker shalat, Al Quran, dan amal shalih untuk menambah euforia ibadah yang menyenangkan.

Baca: Ramadhan Tracker dan 30 Amal Shalih

Saya juga membuat good deeds jar untuk membuat anak terbayang seberapa banyak kebaikan yang ia lakukan. A1 dapat memasukkan 1 bintang setiap ia beribadah atau beramal shalih. Inspirasi good deeds jar bisa dilihat di blog Fig Jam and Lime Cordial ini.

Jar bisa menggunakan toples kaca bekas selai. Untuk kertas lipat saya menggunting sendiri dari kertas origami atau kertas A4 warna biasa. Tutorial mudah membuat bintang kecil bisa dilihat di link berikut ini. Tolong mute musiknya ya.

Sumber: YouTube Paper Kawaii – Origami Tutorials

Pada dasarnya anak-anak sangat mengikuti bagaimana sikap orang tuanya terhadap Ramadhan. Maka tarbiyah yang paling utama adalah orang tua belajar hal-hal yang berkaitan dengan Ramadhan, baik dari pendidikan hati hingga fiqih Ramadhan. Dengan mengetahui istimewanya Ramadhan, akan membuat jiwa semangat dan bermental juara. Anak-anak akan merasakan atmosfer tersebut dan mendapatkan imaji positif sehingga antusias ikut kemeriahan penyambutan Ramadhan yang dilakukan orang tuanya.

Semoga Allah menolong kita semua untuk semangat berlomba menjadi pemenang di bulan Ramadhan. Aamiin yaa rabbal’alamiin.

2 thoughts on “Menyambut Ramadhan dengan Sukacita”

  1. Ummu Zubair says:

    Aamiin ya rabbal ‘alamiin❤️ semangaaat puasanya ya untuk abang A1, semoga Allah buat mudah! Terimakasih untuk sharing cerita dan pengalamannya kak, masyaallah bermanfaat sekali buat aku yang insyaallah tahun depan mau aku ajarin juga ke anakku, semoga Allah mudahkan aamiin ya rabbal ‘alamiin.

    1. Masyaallah jazaakillahu khayraa Ummu Zubair 🤍
      Aamiin yaa rabbal’alamiin.

      Semoga Allah mudahkan kita membersamai anak-anak dalam fitrah keimanan dan ketaatan ya ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *